Kota Romantis Di Marrakech

Kota Romantis Di Marrakech

Kota Romantis Di Marrakech – Meski bukan ibukota Maroko, Marrakech punya daya tarik yang bisa ‘menyihir’ tiap traveler. Kota tua ini punya sisi kontras yang mewakili 2 benua, Afrika dan Eropa. Banyak alasan untuk traveler mampir dan menikmati kota.

Nama Marrakech berasal dari kata ‘Mur Akush’ yang berarti ‘Land of God’ alias Tanah Para Dewa. Marrakech adalah kota ketiga terbesar di Maroko setelah Casablanca dan Rabat. Kota ini terletak di lereng Pegunungan Atlas yang berpuncak salju, pun dekat dari Gurun Sahara yang gersang.

Kota tua Marrakech terbagi jadi 2 kawasan, yakni Medina dan Gueliz. Kawasan Medina menunjukkan sisi Afrika yang kental lewat jejeran toko dan pasar tradisional. Sementara kawasan Gueliz, bergaya Eropa lewat deretan restoran serta butik-butik merk ternama.

Pagi hari paling baik diawali dengan menyusuri kawasan Gueliz. berjalan kaki di jalan berlapis keramik sambil menikmati bangunan modern. Coba melangkah menyusuri Avenue Mohammed V, hingga Anda tiba di kawasan Medina.

Begitu masuk kawasan Medina, atmosfer Afrika akan langsung menyeruak. Avenue Mohammed V bagaikan batas benua, alih-alih jalan yang menghubungkan dua kawasan berbeda. Medina bagaikan kota di film kartun Aladdin, dengan bangunan yang didominasi warna cokelat bata. Inilah tempat yang cocok untuk Anda menghabiskan siang.

Baca Juga :

Kota Romantis di Edinburg
Kota Romantis Di San Francisco

Bangunan yang pertama kali menyergap mata pastilah Masjid Koutubia. Konon, menara Masjid Koutubia di Marrakech bagaikan Menara Eiffel di Paris. Berdiri megah di halaman masjid, menara ini menggaungkan adzan lima kali sehari.

Medina menjadi magnet kuat wisatawan lewat arsitektur bangunan dan kerajinan khas. Dua hal itu bisa Anda lihat di Museum of Islamic Art, juga Dar Si Said Museum yang menempati sebuah istana kuno.

Mengutip Visit Morocco, Kamis (19/6/2014), dua museum ini punya koleksi artefak Maroko berusia ratusan tahun, mulai dari ukiran kayu hingga alat musik. Selain itu, ada pula koleksi kerajinan mulai dari keramik hingga karpet warna-warni.

Romansa Marrakech kala malam menjelma di Djemaa El-Fna. Pasar malam ini adalah daya tarik utama Kota Marrakech. Kepulan asap dan wangi masakan menyeruak dari pusat kawasan Medina. Jejeran penjual makanan menyuguhkan daging panggang rempah sampai sosis pedas dalam ukuran besar.

Suara memasak menyatu dengan alunan saksofon dan tabuhan gendang dari musisi jalanan. Wanita setempat membuka lapak tato henna. Tarian dan nyanyian Maroko dibawakan oleh grup musik, yang meminta beberapa Dirham dari tiap penikmatnya.

Djemaa El-Fna adalah tempat para wisatawan menghabiskan malam. Anda bisa langsung menyambangi The Souks, pasar tradisional paling terkenal di Marrakech. Di sini Anda bisa membeli hampir semua barang mulai dari rempah-rempah hingga sepatu, kain kaftan, juga teh khas lokal.

Sebelum beristirahat, cobalah berburu kerajinan khas lokal. Lentera lilin berukir, karpet warna-warni, juga Cactus Silk khas Maroko yang disulap menjadi syal dan seprai. Argan, jenis minyak yang hanya diproduksi di Maroko bisa digunakan untuk memasak juga kecantikan. Gunungan rempah-rempah menjadi objek foto yang digemari tiap wisatawan.

Cobalah menginap di Riad, rumah khas Maroko dengan halaman mungil di dalamnya. Menginap di Riad berarti Anda akan disuguhi sarapan di halaman mungil itu, sambil menyerap energi matahari pagi. Indah sekaligus romantis!