Kota Romantis Di San Sebastian

Kota Romantis Di San Sebastian

Kota Romantis Di San Sebastian – Siapa yang tak mengenal Penelope Cruz atau Antonio Banderas, para pesohor dunia yang dikaruniai raga sempurna. Tahukah anda bahwa kampung halaman mereka adalah di semenanjung Iberica yaitu daratan Spanyol, negara yang juga terkenal dengan sebutan negeri matador. Jalan-jalan kali ini kita akan mengunjungi sebuah kota yang terletak di wilayah Basque Country (Pais Vasco) sebelah utara Spanyol tepatnya dekat Teluk Biscay, nama kota ini adalah San Sebastian atau dalam bahasa euskara di sebut juga Donostia- San Sebastiàn. San Sebastian adalah ibu kota propinsi Gipuzkoa berjarak hanya 20 kilometer dari perbatasan antara negara Spanyol dan negara Perancis.

Untuk datang ke San Sebastian anda dapat menggunakan Bus atau Kereta Api Trans Europe, dan memulai perjalanan dari kota manapun di Spanyol maupun Perancis menuju ke San Sebastian. Mengunjungi kota ini berarti kita akan disuguhi oleh keunikan tata kota dan keelokan pantai-pantainya, seperti apa gambarannya ikuti perjalanan saya di kota yang juga dijuluki sebagai Summer Capital of Spain ini.

SUNGAI URUMEA DAN JEMBATAN KOTA

Kota yang konon mempunyai nilai jual property termahal di wilayah Eropa ini mempunyai sungai yang terbentang di tengah kota bermana sungai Urumea. Sungai yang mempunyai keunikan mempunyai endapan pasir putih ini berakhir di Teluk Biscay. Rupanya pemerintah kota sangat cerdik dengan menempatkan stasiun Bus di dekat jalan menuju sungai. Untuk menikmati keindahan tata kota San Sebastian kita bisa menggunakan taxi atau bus namun saya lebih memilih berjalan kaki. Saya akan berjalan terus kearah barat hingga sampai pada penghujung sungai dan tiba di kawasan Urgull. Sembari berjalan saya merasakan hembusan angin di awal musim gugur yang tak henti-hentinya menerpa dedaunan Oak yang berserakan di jalan pedestrian. Saya tidak takut kesasar sebab ditangan saya sudah ada peta yang saya dapat di kantor pusat turis lagipula kota dengan populasi 183, 090 jiwa ini tidak terlalu besar.

Di sungai Urumea terdapat dua jembatan yang terkenal sebagai ikon landmark kota. Jembatan pertama adalah Puente de Maria Christina, jembatan ini dibangun pada masa Monarchi Kerajaan Spanyol terinspirasi oleh Jembatan Pont Alexander III yang berada di sungai Seine, Perancis. Maria Christina sendiri adalah permaisuri dari Raja Spanyol Alfonso XII dan sejak tahun 1885 selalu menghabiskan liburan musim panasnya di San Sebastian dan menginap di Miramar Palace. Arsitektur dari jembatan ini sangat klasik dengan empat menara, masing-masing dua di setiap ujung jembatan disertai ornament-ornamen pahatan.

Dahulu di tahun 1893 jembatan ini adalah jembatan kayu sebagai penghubung penduduk kota yang tinggal diselatan kota menuju ke stasiun kereta yang berada di utara. Sejalan dengan perkembangan jaman maka jembatan ini di bangun permanen dan di resmikan di festival San Sebastian pada 20 January 1905. Puas menikmati Puente de Maria Christina saya terus berjalan melewati Hotel Maria Christina salah satu hotel paling megah tempat bermalam kaum jetset sampai akhirnya nampaklah jembatan kedua dengan pilar-pilar hijau serta lampu-lampu bulat diatasnya, itulah Puente de Kursaal jembatan ini terletak dekat Kursaal Congress Palace and Auditorium yang resmi dibuka tahun 1999 dan menjadi tempat pergelaran musik serta festival film tingkat dunia salah satunya adalah San Sebastian International Film Festival 2008. Tiba di Puente de Kursaal berarti saya tiba pula di Teluk Biscay dan semakin dekat dengan kawasan Urgull jantung kota yang berlokasi di sekitar pantai-pantai indah San Sebastian.

PLAYAS DE SAN SEBASTIAN

“Pantai-pantai di San Sebastian” itulah arti kalimat di atas, Pantai dalam bahasa Spanyol adalah La Playa dan berkunjung ke Kota San Sebastian tidak lengkap rasanya jika tidak turut menikmati pantai-pantainya. Setelah melewati kawasan Urgull saya berjalan ke arah Pantai. San Sebastian mempunyai tiga pantai indah di wilayahnya yaitu Playa de La Concha , Playa de Ondaretta dan Playa de Zuriolla. Pantai-pantai indah ini terletak di Teluk Biscay di apit oleh dua Pegunungan yaitu Monte Urgull dan Monte Igeldo. Saya memutuskan untuk pergi menikmati Playa de La Concha dan Playa de Ondaretta sebab selain satu arah, kedua pantai juga lebih banyak mempunyai obyek wisata yang lain, sedangkan Playa de Zuriolla cenderung merupakan kawasan hotel-hotel dan penginapan.

Sebelum sampai di Playa de La Concha yang terletak di ujung kawasan Urgull ,terdapat bangunan megah yaitu City Hall of San Sebastian, balai kota ini terletak tepat di pinggir kota dengan latar belakang pemandangan pantai. Kemudian tak jauh dari Balai Kota adalah area taman Parque de Miramar tempat bersantai dan taman bermain anak-anak yang dilengkapi dengan fasilitas Carrousel (Komidi Putar). Playa de La Concha adalah pantai yang paling besar dan paling populer di San Sebastian. Pada saat musim panas pantai penuh dengan kegiatan olah raga air seperti kayaking, canoeing juga sail boating. Pantai dengan pasir putih yang lembut ini memperoleh cahaya matahari penuh sehingga ideal untuk tempat berjemur, sedangkan saat malam hari pantai ditimpa cahaya lampu putih yang berasal dari tiang-tiang lampu sepanjang pantai, menimbulkan suasana seperti di negeri dongeng.

Baca Juga :

Kota Romantis Venesia
Kota Romantis Roma

Air pantai yang dingin dan segar, pasir putih yang lembut serta camar-camar pantai yang sibuk mematuki bangkai ikan yang terdampar sangat membuat perasaan kita nyaman. Nun di kejauhan nampak kapal-kapal nelayan dengan tiang layar putih modar-mandir dan bersandar di pelabuhan. Sebelum saya meneruskan perjalanan menuju Pantai Ondaretta saya sempatkan mampir di kedai kopi dan makan pintxos atau di sebut juga tapas makanan khas daerah Basque Country. Penganan ini adalah irisan roti ukuran kecil atau sedang dengan berbagai toping bisa keju kambing, ham, seafood, anchovy maupun sayuran. Pintxos atau Tapas biasanya adalah makanan ringan sebagai temen minum Cerveza atau Bir khas Spanyol disediakan sepaket dengan minuman, namun beberapa restoran menjual terpisah, satu buah pintxos rata-rata berharga 3, 50 € hingga 4 € tergantung ukuran.

Saya memilih untuk minum kopi di beranda kedai sambil memandang pantai walaupun angin agak kencang. Sesaat kemudian mata saya tertumbuk pada sebuah pulau yang terletak ditengah-tengah antara Pantai Concha dan Pantai Ondaretta, ketika saya menanyakan pada pelayan kedai ternyata nama pulau tersebut sangat cantik yaitu Isla Santa Clara. Pulau ini dulu berguna sebagai tempat perlindungan alami terhadap serangan musuh namun sekarang lebih difungsikan sebagai tempat pariwisata, dipulau itu sudah dibangun hotel dan terdapat pula pelabuhan kecil. Selepas minum kopi dan mengisi perut dengan pintxos saya kembali menyusuri bibir pantai namun semakin lama, saya perhatikan bahwa pasir pantai yang tadinya putih berubah menjadi agak kusam. Rupanya hal tersebut menandakan bahwa saya telah memasuki Playa de Ondaretta. Ondaretta adalah bahasa euskara yang merupakan bahasa lokal daerah Basque berarti “Pantai Kecil”, pantai Ondaretta memang lebih kecil dibanding Pantai Cocha, pantai ini berlokasi dekat dengan pegunungan Igeldo dan mempunyai batu-batu karang berwarna hitam, itulah sebabnya mengapa terjadi perubahan warna pasir pantai. Semakin ke ujung pantai batu-batu karang semakin jelas menjorok kearah bibir pantai sehingga banyak cerukan-cerukan yang menciptakan kolam-kolam kecil saat ombak pasang datang sebelum kemudian surut lagi. Binatang-binatang laut seperti Bulu Babi, Kerang dan Bintang Laut kadang terperangkap didalamnya.

Puas bermain-main air dan mempermainkan binatang-binatang laut yang terjebak di cerukan karang saya meneruskan perjalanan, namun kali ini saya tidak menyusuri pantai lagi melainkan menggunakan jalan pedestrian sebab saya ingin menuju tebing di lereng pegunungan Igeldo untuk melihat karya seni patung dengan judul The Wind Comb (Sisir Angin). Pantai Ondaretta meskipun lebih kecil dibanding Pantai Concha namun mempunyai ombak yang lebih ganas sedangkan jarak antara bibir pantai dengan pemukiman tidak terlalu luas sehingga untuk menghindari meluapnya ombak besar dibangun dinding penahan ombak yang cukup tinggi menyambung sampai ke lereng pegunungan Igeldo, disinilah diantara batu karang dan dinding penahan ombak “Sisir Angin” itu berada. Empat buah instalasi serupa capit berbentuk huruf C dipasang dengan jarak berbeda yaitu semakin menjorok kearah samudra, masing-masing melekat pada sebuah karang. Susunannya jika dilihat dari jauh adalah saling berhadap- hadapan namun di selingi oleh jarak sehingga nampak seperti gerigi sisir, dan dari arah samudra itulah angin dingin menderu ganas menuju daratan. Oleh sebab itulah karya seni ini dinamai The Wind of Comb. The Wind Comb adalah karya seorang seniman patung kelahiran San Sebastian bernama Haizen Orrazia.